Pelarian Kupu-Kupu Malam dari Lokalisasi

TAMPAKNYA penutupan lokalisasi prostitusi selama Ramadan menimbulkan efek: para pekerja seks komersil (PSK) beralih “tempat jualan”. Dari sembilan pasangan yang ditangkap dalam dua operasi penyakit masyarakat (pekat), beberapa orang di antaranya adalah PSK. Berdasarkan pengakuan Rm (18) dan Ft (23), keduanya mengaku pasangan yang tertangkap bersama mereka bukanlah kekasih mereka. Melainkan, pria hidung belang yang memanggil kupu-kupu malam.
Rm (18) adalah warga Jalan Lambung Mangkurat dan Ft (23) warga Jalan Kakap. Rm mengatakan, biasanya ia mau datang dengan tarif Rp 800 ribu untuk short time. “Saya tidak kenal dengan pasangan saya tadi, tahunya dari teman. Memang biasanya saya datang kalau dihubungi lewat telepon saja,” urai perempuan yang enggan disebut PSK, tapi lebih rela disebut perempuan panggilan tersebut.
Dia menjelaskan, bekerja bukan untuk orang lain, tapi dirinya sendiri. Ini dilakukan lantaran tuntutan ekonomi, apalagi tidak lama lagi akan Lebaran. “Sehari paling satu orang saja, kok. Nggak mau banyak-banyak layani tamu,” katanya. Rm menolak saat diminta untuk ditempatkan bersama PSK di lokalisasi. Begitu pula ketika diminta untuk mencari pekerjaan, Rm pun berdalih kesulitan. “Bagaimana mau cari kerja, siapa yang mau nerima saya kalau sekolah saja putus. Kalau ditaruh di lokalisasi saya juga nggak mau, mending begini saja. Tapi jera juga, takut ditangkap lagi sama Satpol PP,” imbuhnya.
Sementara itu, Ft diketahui adalah pekerja seks komersial yang sehari-harinya bekerja di kawasan lokalisasi solong. Hal tersebut diakuinya ketika penyidik Pegawai Negeri Sipil bertanya tentang pekerjaannya. Kepala Satpol PP Ruskan mengatakan, tak boleh ada kegiatan prostitusi di luar lokalisasi karena sudah ada perdanya. Ditambah lagi ini bulan puasa, ada SK Wali Kota, jadi PSK ini melanggar banyak aturan. Tak hanya PSK, lanjut dia, bagi pasangan bukan suami istri yang diamankan juga akan diberi sanksi.
Menurut Ruskan, para pekerja seks komersial ini akan dibina dan diberi arahan. Biasanya, sanksi hanya membayar Rp 300 ribu atau Rp 250 ribu karena telah melanggar Perda Nomor 16 Tahun 2002 tentang Penanggulangan PSK. Nantinya, lanjut dia, setelah mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring) di kantor Satpol PP, mereka akan dipulangakan dan tak diperkenankan melakukan aksinya lagi.

Rekam Data e-KTP Muara Wis 100 Persen

TENGGARONG – Proses perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) bagi wajib KTP di Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara (Kukar) sudah rampung 100 persen. Hal tersebut disampaikan Camat Muara Wis HM Yamin saat menerima rombongan safari Ramadan Pemkab di Masjid Jami Ahlul Khidmah, Desa Lebak Mantan, Muara Wis, Jumat (3/8).
Dijelaskan Yamin, e-KTP yang sudah jadi telah diserahkan ke warga. Namun jumlah e KTP warga Muara Wis yang dikirimkan pemerintah pusat, baru 240 lembar. "Saya harap warga dapat bersabar. Karena menurut informasi pihak terkait bahwa e-KTP akan terus datang secara bergelombang, tidak sekaligus," ujarnya di hadapan warga yang memadati masjid yang belum selesai direhab tersebut.
Ia melaporkan pula bahwa pelaksanaan kegiatan Kecamatan Muara Wis tahun ini, hingga awal Agustus sudah mencapai 60 persen. Sedangkan Alokasi Dana Desa (ADD) sudah mencapai 50 persen. Dijelaskannya, ADD tersebut diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan ADD di antaranya, untuk usaha perkebunan karet di Desa Lebak Cilong dan Desa Enggelam, sedangkan di Desa Sebemban dimanfaatkan untuk peternakan sapi dan kerbau rawa.
"Hal tersebut tentunya merupakan usaha untuk melanjutkan program Gerbang Raja yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat," ujarnya kepada Rombongan Pemkab Kukar.
Dalam safari Ramadan Pemkab di Masjid Jami Ahlul Khidmah Desa Lebak Mantan, yang dipimpin oleh Asisten III Sekkab H Syafruddin, diawali dengan zikir dan buka puasa bersama. Kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah.
Pada kegiatan itu, Syafruddin memberikan bantuan Rp 45 juta untuk pembangunan Masjid Ahlul Khidmah. Kemudian Dinas Peternakan Kesehatan Hewan menyalurkan bantuan ternak bagi beberapa kelompok ternak, serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memberikan peralatan olahraga. Sedangkan Perpustakaan Daerah Kukar menyerahkan bantuan 441 eksemplar buku bacaan beserta rak buku dan kursi.
Dalam sambutannya, Syafruddin mengapresiasi capaian kegiatan perekaman data e-KTP di wilayah ini yang sudah rampung. Dia juga mengajak warga untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan, agar program Gerbang Raja bisa sukses, yaitu untuk tercapainya masyarakat sejahtera dan berkeadilan.