PNPM Mandiri Perdesaan Berperan Penting dalam Menurunkan Kemiskinan di Kabupaten Kutai Timur


Tahun 2011-2015 Angka Kemiskinan Kabupaten Kutai Timur Menurun 50%.

Drs. Bambang Tri Isnanto selaku Penangung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) Kabupaten Kutai Timur menegaskan, ”Tolong dalam penggalian gagasan dipikirkan/disinggung  tentang  1. listrik desa; 2. usulan Simpan Pinjam Perempuan supaya ditingkatkan penyerapannya, karena sangat bermanfaat langsung bagi peningkatan usaha kecil; 3.Peningkatan SDM untuk membangun sektor-sektor usaha ekonomi untuk pengentasan kemiskinan; 4.Partisipasi masyarakat supaya ditingkatkan yang bertujuan membuka Ruang Musyawarah; 5. Peran aktif Kepala Desa dan Camat yang kurang aktif supaya dilibatkan jangan dilepas begitu saja; 6.Integrasi supaya benar-benar dilaksanakan.

Drs. Bambang Tri Isnanto mengatakan bahwa Visi PNPM-MP Kabupaten Kutai Timur Tahun 2011-2015 adalah turunnya angka kemiskinan sebesar 50%, dari yang sekarang 160.000 jiwa menjadi 80.000 jiwa, Drs. Bambang mengatakan bahwa PNPM-MP berperan penting dalam mengemban tugas ini. Untuk itu pada pelaksanaan PNPM-MP pada tahun ini Perlunya kegiatan Pelatihan Kapasitas Masyarakat untuk mengembangkan diri sumber daya manusia (SDM)  berupa pelatihan pertanian, perikanan, perkebunan, usaha mikro, pendirian LPk, BLK, dsb.

Agar mensukseskan visi PNPM-MP Kabupaten Kutai Timur Sudarmanto,ST, Msi selaku Fasilitator Teknik Kabupaten Kutai timur mengatakan  perlu langkah langkah kongkrit antara lain: 1) Tercapainya target SPP sebesar  Rp. 9.487.000.000 (25%); Tercapainya target Pelatihan SDM di bidang Pertanian, Perikanan, Perkebunan, Usaha Mikro, LPK, BLK, dan Pelatihan Ketrampilan lainnya sebesar Rp. 4.743.700.000 (12,5%); 3) Tercapainya  Infrastruktur desa berbasis pertanian agribisnis , penerangan dan air bersih serta infrastruktur desa yang bertumpu pada peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin sebesar Rp. 23.718.750.000,- (62,5%);  4) Terciptanya Integrasi PNPM-MP dengan Pemerintah daerah dan legislative; 5) Aktifnya peranan Camat dan Kepala desa dalam program  khususnya dan RPJMDES umumnya; 6) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan (perencanaan, pelaksanaan, dan pelestarian).

Di tempat yang terpisah, Ramayadi, SE selaku Pejabat Pembuat Komitmen  (PPK) Program PNPM Mandiri Perdesaan menegaskan kepada seluruh Fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan Mulai dari tingkat Kabupaten Hingga Kecamatan , Baik itu Fasilitator Pemberdayaan, Fasilitator Teknik maupun Fasilitator Keuangan untuk lebih meningkatkan lagi Kinerja serta Koordinasi untuk mensukseskan pelaksanaan Program PNPM Mandiri Perdesaan di Kalimantan Timur.

Fasilitator Kabupaten Kutim Drs. Anhar didampingi Asisten Debit Losong, S.Hut menyampaikan, ”Saat ini PNPM mandiri perdesaan dari hasil kunjungan lapangan sangat dirasakan oleh masyarakat terutama dalam pemenuhan kebutuhan Sarana Prasarana yang masih sangat minim. Sebagai peningkatan perekonomian masyarakat PNPM-MP juga berperan dengan menyalurkan dana pinjaman yang disebut kegiatan SPP untuk Rumah tangga miskin produktif”

Sudarmanto, ST MSi selaku Fasilitator Kabubapten Kutai Timur mengatakan juga bahwa, ”Sarana prasarana yang sering dibangun di Kutai Timur adalah pembangunan jalan hal ini disebabkan kebutuhan sarpras memang sangat penting dan urgen. Selain jalan kebutuhan yang mendesak lainnya adalah listrik desa dan air bersih. Listrik desa menggunakan Surya Cell, Diesel dan Microhidro. Air bersih menggunakan Pompa hidram, grafitasi dan pompa listrik lainnya.

Salah satu PJOK (Penangung Jawab Operasional Kegiatan) Kabupaten Kutai Timur Kecamatan Sangatta Selatan Damuri,S.P, MSi menyampaikan, ”Pembangunan badan jalan dan jembatan PNPM-MP 2010 ke Muara Sangatta dapat ditempuh dengan waktu 30 jam, padahal sebelumnya melalui jalur sungai selama kurang lebih 3 jam, sehingga PNPM-MP benar-benar sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa Singa Geweh dusun Muara Sangatta. Damuri juga mengatakan bahwa program PNPm-MP untuk desa lain yang sangat dirasakan oleh masyarakat adalah pembuatan pengolahan sampah menjadi kompos di desa Sangatta Selatan, Pembangunan Pusban di desa Sangkima Lama dan Pembangunan Jaringan  Air Bersih di desa Sangkima”.

Dari pengalaman Yansen T Datu Selaku Fasilitator Kecamatan mengatakan bahwa Program PNPm-MP pertama masuk di Kabupaten Kutai Timur pada awalnya masyarakat bersikap apatis, namun setelah dilakukan upaya pemberdayaan sedikit demi sedikit masyarakat sudah melalui merubah pola pikirnya. Sekarang masyarakat sadar bahwa pembangunan partisipatif bertumpu pada pengkajian PRA (Participatory Rural Apreciation) sangat bermanfaat untuk menjadi pembelajaran masyarakat.”

Dari pembinaan PNPM-Mandiri Perdesaan, untuk Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat di Kabupaten Kutai Timur sangat menunjang produk unggulan yang ada. Beberapa produk unggulan tersebut adalah batik sepaso di kec bengalon, pisang kapok golokdesa di kecamatan kaliorang, krupuk ikan di kecamatan rantau pulung, dll. Untuk lebih lengkapnya produk unggulan kutim bisa dilihat dan dipesan di htpp://pnpmkutim.blogspot.com

Pelaksanaan PNPM-MP Tahun 2010 Kabupaten Kutai Timur mendapatkan dana Rp. 37.950.000,0- swadaya masyarakat Rp. 1.633.161.000,- terdapat SPP didalamnya sebesar Rp. 6.669.872.700,-. Perinciannya untuk Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan 2010 adalah Jalan desa (56 km) didanai PNPM sebanyak Rp. Rp. 14.912.021.750, Jembatan (3 unit) : Rp. Rp. 552.723.000,-, Air bersih (61 unit)=Rp. 2.841.793.700,-; Listrik Desa(233unit) = Rp. 4.079.014.500,-; Gedung Kesehatan (4 unit) = Rp. 1.227.398.400,-; Simpan Pinjam Perempuan (224 kelompok)=Rp. 6.669.872.700,-; Gedung Sekolah (5 unit)=Rp. 838.452.300,-; Pasar Desa (5unit)=Rp. 1.212.987.600,-; Dermaga (2 unit)=Rp. 381.522.000,-; dan Bangunan Lainnya (4unit)=Rp. 5.234.214.000,-

Jika dianalisa, kegiatan masih terlalu banyak di pembangunan infrastruktur dan kurang di pelatihan ketrampilan guna meningkatkan sumber daya manusia (hanya 2,58%), untuk itu di tahun 1011 diharapkan Pelatihan Peningkatan kapasitas bisa diperbanyak kegiatan atau pendanaannya.

Sudarmanto, ST. M.Si selaku Fasilitator Teknik Kabupaten Kutim menambahkan, ”Pembangunan Sarpras di kabupaten kutim menggunakan 50.904 HOK (Hari Orang Kerja) dimana 40.341 diperuntukkan bagi HOK Rumah Tangga Miskin. Sedangkan angkatan kerjanya memakai sebanyak 4.689 orang dengan rincian angkatan Kerja laki-laki 4.357 orang, Angkatan Kerja Perempuan 309 orang yang didalamnya merupakan angkatan kerja miskin sebanyak 3.720 orang (79%).

Untuk menunjangan pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan Tahun 2011, PJO Kab Kutim Drs. Bambang Tri Isnanto  mengatakan Bahwa telah dialokasikan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Rp. 34.750.000.000,-dengan perincian sumber Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) APBN: 10.550.000.000, APBD: 24.200.000.000. Dan untuk dana Pendukung yang alokasinya dari APBD Kabupaten Kutai Timur Rp. 1.000.000.000/ 2,8 % dari total BLM atau kurang dari 5% dari total BLM yang seharusnya di sediakan Pemerintahan Kabupaten.

Berikut 3 hasil kegiatan dan pekerjaan sarana prasanan PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2010. Foto-foto lainnya dapat dilihat di halaman Album Foto.

Dermaga apung kecamamatan karangan merupakan
salah satu pilihan jenis konstruksi yang cocok.

Jalan Rabat Muara Bengkal

0 komentar: